Ada beberapa penerbangan yang pernah saya gunakan untuk membawa saya dari Surabaya ke Guangzhou. Karena saya nggak tinggal di Jakarta jadi agak rempong dikit sih emang dalam perjalanannya. Untuk itu saya akan kasih review penerbangan apa saja yang pernah saya gunakan.

Private Tour to Guangzhou with Yanie Thiorisa

Private Tour to Guangzhou with Yanie Thiorisa

China Southern

Pesawat China Southern adalah pesawat dari perusahaan penerbangan China yang pernah menerbangkan saya dari Jakarta menuju Guangzhou. Pesawat ini mirip dengan pesawat domestik, tempat duduknya adalah 3 3 namun dengan space kaki yang sedikit lebih besar dibandingkan pesawat domestik. Pesawat China Southern terbang secara langsung tanpa transit dari jakarta menuju Guangzhou dengan waktu perjalanan kurang lebih 5 jam. Secara garis besar pesawat ini enak, makanannya enak dan termasuk dalam biaya tiket, selain itu saya merasa suasana pesawat selalu ada kegiatan, setiap setengah jam entah ada minuman, ada makanan, ada barang yang dijual, mengambil sampah, menawari minuman lagi, adaaa ajaaaa… minumannya pun ada mulai dari minuman dingin, minuman panas, soda sampai wine.

Namun sayangnya, China Southern terbang dari Jakarta, Jadi untuk saya yang tinggal di Surabaya, banyak biaya tambahan yang saya harus tambahkan. Misal uang tiket pesawat domestik dari Surabaya menuju Jakarta, biaya menginap hotel karena transit di Jakarta, Taxi dari Bandara ke hotel, Hotel ke Bandara, Biaya makan di Jakarta. Transit sendiri tidak memungkinkan untuk tidak bermalam di hotel, karena China Southern berangkat dari Jakarta di Pagi hari, dan Pesawat dari Surabaya sampai di Jakarta pada malam hari.



Cathay Pasific

Cathay Pasific milik Hongkong ini tergolong pesawat yang enak sebenarnya. Pesawat ini menerbangkan saya dari Surabaya ke Hongkong. Tempat duduk pesawat ini adalah 2 4 2, merupakan pesawat yang cukup besar. Makanan yang disediakan sangat enak, lengkap mulai dari buah, sayur, daging, daging, diberi juga tambahan seperti roti dan camilan. Kita juga bisa meminta minuman panas atau dingin kapanpun dan tidak ada tambahan biaya, semua include didalam tiket pesawat. Cathay Pasific juga menyediakan TV dan headset disetiap tempat duduk, sehingga saat kita bosan karena waktu perjalanan yang panjang, kita bisa nonton film. Filmnya pun beragam, mulai dari film drama, horor, action, cartoon, tersedia dalam film barat atau mandarin. Setiap tempat duduk juga disiapkan bantal kecil dan selimut. Pesawat ini membawa saya dari Surabaya menuju Hongkong dalam waktu tempuh kurang lebih 4 jam. Namun sayang, karena setiap kursi ada TV nya, saya tidak bisa menurunkan sandaran kursi, Kursi terus dalam posisi tegak.

Niatnya naik pesawat langsung ke Hongkong, agar bisa cepat sampai di Guangzhou. Karena sesampainya di Hongkong bisa langsung naik kereta atau bis menuju Guangzhou. Tapi teryata ini adalah penerbangan terempong yang pernah saya lalui. Sesampainya di Hongkong ada pilihan menggunakan MRT menuju Shenzhen lalu dari Shenzhen menggunakan kereta cepat menuju Guangzhou. Setelah saya pelajari rutenya, ternyata cukup rumit, karena saya harus beberapa kali ganti line MRT dari bandara Hongkong untuk bisa sampai di Shenzhen membawa koper 20Kg saya, kemudian antri lagi di Shenzhen membeli tiket kereta menuju Guangzhou. Aaaarrrgghh!!!!

Akhirnya saya menggunakan Bis, dari bandara, ada bis yang membawa saya dari Hongkong ke Guangzhou. Waktu tempuhnya adalah 3 jam. Saya pikir Bis ini akan langsung membawa saya ke Guangzhou, seandainya ada tempat dimana saya harus turun dari Bis karena imigrasi pun, mungkin saya hanya perlu membawa paspor atau tas tangan saya saja. Ternyata tidak, dari hongkong saya diturunkan di imigrasi Hongkong beserta kopernya, masuk imigrasi, lalu keluar, masuk lagi kedalam Bis. 10 Menit kemudian saya turun lagi di Imigrasi Shenzhen membawa koper melewati imigrasi, saya pikir saya akan segera menuju Guangzhou. Ternyata saya masih harus mencari kantoran agen bis saya, Setelah menemukannya saya masih harus menunggu jadwal bis berikutnya untuk kemudian bisa berangkat ke Guangzhou. Super Rempong!



Tiger Air

Untuk pesawat Tiger Air milik Singapore ini secara interior mirip dengan China Shouthern. Tapi sayangnya disini saya tidak mendapat makanan. Saat saya membeli tiketpun tidak ada keterangan apakah saya perlu menambah membeli makanan atau tidak. Hanya ada pilihan Bagasi. Jadi anda sebaiknya sedia camilan atau sandwich ditas anda. Tiger tidak ada yang langsung direct ke Surabaya, jadi dari Guangzhou harus transit dulu di Singapore lalu dari Singapore ke Surabaya. Bandara Singapore bagus bangeeettt….. saya pernah post di post saya sebelumnya tentang bandara Singapore. Kagum deh sama bandaranya.

Kelemahannya adalah Tiger air bisa merubah jadwal penerbangan kita, dari yang misalkan seharusnya waktu transit cuma 2 jam. Berubah menjadi 15 jam. Sebel banget kalau udah begini, bagaimana seandainya di hari esoknya saya punya kegiatan yang tidak bisa di tunda? Jadwal penerbangan berubah begitu saja dengan pemberitahuan email tanpa kompensasi apapun. Untuk kelemahan yang satu ini saya sebel banget karena tidak profesional dan tidak ada kompensasi untuk penumpang misal dengan bisa mengoreksi jadwal penerbangan.

Air Asia

Air Asia adalah perusahaan penerbangan dari Malaysia, ini adalah pesawat yang saya paling sering gunakan. Meskipun saya bisa naik pesawat lain dengan transit di Jakarta, tapi transit di Jakarta memakan waktu dan biaya lebih besar dibandingkan dengan transit di Kuala Lumpur.Transit di Kuala Lumpur hanya memakan waktu beberapa jam tergantung dari jadwal tiket yang kita beli. Biaya tambahan lain adalah harus makan di bandara Malaysia. Itu doank. Tempat duduknya sendiri mirip dengan pesawat China Southern.

Pembelian tiketnya jelas dan lengkap, seperti apakah kita perlu memesan makanan, memilih tempat duduk, bagasi yang dibutuhkan, asuransi, fasilitas mengganti jadwal penerbangan (Premium Flex). Jadi untuk anda yang ingin Low Price bisa memesan tiket saja tanpa embel-embel, sisanya ditamabahkan sesuai kebutuhan.

Mungkin beberapa teman Indonesia yang berangkat bukan dari Jakarta akan mengalami beberapa kerempongan seperti yang saya alami, beruntunglah kalian yang tinggal di Jakarta, karena ada pesawat direct dan bisa menggunakan peswat Indonesia yaitu Garuda Indonesia. 😀

Tips mengenai bagaimana sebaiknya naik pesawat Air Asia, akan saya bahas pada Post saya berikutnya yaaahh… See you on the next post!

Yanie Thiorisa.
China Private Business Tour.